Postingan

Menampilkan postingan dari September 22, 2012

Terima Kasih Foke...

 20 September menjadi hari bersejarah bagi publik Jakarta. Hari itu adalah hari penentuan pemilihan gubernur melalui pemungutan suara putaran kedua. Televisi berita hampir tak pernah berhenti menggambarkan putaran terakhir Pilkada yang diikuti Foke-Nara dan Jokowi-Ahok sebagai “duel” habis-habisan. Berbagai animasi ditampilkan untuk menunjukkan betapa sengitnya pertarungan antara dua pasang kandidat tersebut. Di antara animasi yang ditampilkan ada yang lucu—bahkan cenderung melecehkan—ada pula yang menggambarkan suasana duel fisik dengan kedua calon “didandani” layaknya petinju. Tayangan yang hampir tak henti selama berhari-hari tiada henti memang membuat fokus publik Jakarta, bahkan seluruh penonton televisi—sekalipun bukan masyarakat Jakarta—merasakan kegempitaan membahas Foke-Nara dan Jokowi-Ahok. Maka seusai melakukan pencoblosan, saya pun ingin merasakan kemeriahan di hari pemilihan. Tujuannya adalah Jalan Borobudur 22 yang menjadi markas Tim Sukses Jokowi-Ahok. M...

Aku Memanggilnya “Darling....”

Aku memanggilnya darling. Kadang-kadang kupanggil dia dengan sebutan sweetheart atau cukup dengan kata sayang. Namun sehari-hari kami membahasakan diri “lu” dan “gue”. Aku ingin ia tak berjarak padaku, jadi kuingin dia menyapaku dalam sapaan yang paling akrab di lingkungan Jakarta, yaitu “lu” dan “gue”. Panggilan itu begitu cepat berubah ketika ada penekanan yang perlu kusampaikan agar dia memberikan perhatian penuh. Misalnya aku mengubah sebutan “gue” menjadi mama. Perubahan itu kulakukan kalau aku ingin memberi aksen pada hubungan orang tua dan anak. Kedekatan, kehangatan. Pada saat tertentu kata ganti orang pertama kuganti dengan kata saya, yang akan langsung membuatnya terkesiap, tersadar, bahwa ada sesuatu yang tidak tepat telah dilakukannya. Biasanya perubahan kata ganti menjadi saya langsung membuat suasana menjadi lebih formal. Tak ada landasan pemikiran yang baku ketika di awal mula harus memilih panggilan. Aku dan suamiku memilih sapaan “lu” dan “gue” pada anak kami, ti...