Terima Kasih Foke...
20 September menjadi hari bersejarah bagi publik Jakarta. Hari itu adalah hari penentuan pemilihan gubernur melalui pemungutan suara putaran kedua. Televisi berita hampir tak pernah berhenti menggambarkan putaran terakhir Pilkada yang diikuti Foke-Nara dan Jokowi-Ahok sebagai “duel” habis-habisan. Berbagai animasi ditampilkan untuk menunjukkan betapa sengitnya pertarungan antara dua pasang kandidat tersebut. Di antara animasi yang ditampilkan ada yang lucu—bahkan cenderung melecehkan—ada pula yang menggambarkan suasana duel fisik dengan kedua calon “didandani” layaknya petinju. Tayangan yang hampir tak henti selama berhari-hari tiada henti memang membuat fokus publik Jakarta, bahkan seluruh penonton televisi—sekalipun bukan masyarakat Jakarta—merasakan kegempitaan membahas Foke-Nara dan Jokowi-Ahok. Maka seusai melakukan pencoblosan, saya pun ingin merasakan kemeriahan di hari pemilihan. Tujuannya adalah Jalan Borobudur 22 yang menjadi markas Tim Sukses Jokowi-Ahok. M...