Siapakah Majikan Kita?
Kepada siapakah kita mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan? Ketika akan menjawab pertanyaan itu, sejurus pikiran akan melayang pada pertanyaan siapakah majikan kita. Suatu hari di tahun 2010, seorang menteri minta advise pada perusahaan konsultan komunikasi kami. Setelah usai mempresentasikan strategi-strategi komunikasi yang sudah kami susun, sang menteri pun memberikan komentar. Di antara komentar, sekaligus permintaannya, ada satu pernyataan yang tidak akan pernah dapat kami lupakan. “Mbak... menteri itu pembantu Presiden, jadi strategi komunikasi yang paling tepat adalah bagaimana Presiden bisa mengetahui bahwa saya sebagai menterinya sudah bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya.” Pernyataan sang menteri tentu saja masih panjang lebar menjelaskan betapa pentingnya presiden mengetahui apa yang sudah dikerjakannya supaya posisinya tidak digoyang badai reshuffle atau bahkan bisa diangkat lagi pada periode berikutnya. Penekanan bahwa “majikan” menteri adalah presiden—kar...