Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 20, 2011

Nasionalisme Dibayar Tunai

Tinggallah di perbatasan satu atau dua tahun maka kau akan paham apa itu arti nasionalisme. Paling tidak itulah yang aku pahami dari jeritan hati masyarakat perbatasan. Pada suatu masa datanglah beberapa orang mahasiswa, entah dari perguruan tinggi mana, melakukan penelitian di Entikong, perbatasan Indonesia-Sarawak, Malaysia. Entah apa judul atau topik penelitian yang dilakukan mahasiswa itu, tapi yang jelas ia melakukan survey soal dokumen keimigrasian, mata uang yang digunakan, produk yang dikonsumsi, dan bagaimana masyarakat melakukan transaksi dagang dengan negara tetangga. Singkat cerita, sambil mengumpulkan data, si mahasiswa pun “menularkan” ilmu yang masih segar masuk dalam alam pikirannya. Antara lain, soal dokumen perjalanan harus lengkap, jual beli harus dengan dokumen dan seterusnya. “Tinggallah di perbatasan satu atau dua tahun, maka kau akan paham bagaimana cara rakyat di perbatasan bertahan hidup,” demikian tercetus dari seorang pedagang yang sudah penat dengan banyakny...