Dream The Impossible Dream
JAKARTA—Hee Ah Lee. Hanya dengan menyebut namanya, sejumlah teman memberikan reaksi yang sama. “Aku terharu mendengar ceritanya. Aku tak mampu menghentikan linangan air mata.” Terlahir dalam ketidaksempurnaan, Hee Ah Lee menemukan kesempurnaannya dalam tuts-tuts piano. Jarinya hanya empat. Dua di kanan, dua di kiri. Bukan hanya jari tangannya. Jari kakinya pun demikian. Masyarakat awam menamainya syndrome kepiting. Bisa diduga. Syndrome itu mengacu pada bentuk jari tangan dan jari kakinya yang memang menyerupai capit kepiting. Kelihaiannya memainkan piano mengalahkan insan lainnya yang memiliki kesempurnaan dengan sepuluh jari. Bersama ibunya, Hee Ah Lee menghayati ketidakmampuannya sebagai anugerah special dari Tuhan. Ia tidak mengeluh dalam ketidakmampuannya tetapi menunjukkan rasa terima kasih atas anugerah yang telah Tuhan beri padanya dengan berdoa dan bekerja keras. Ia memaknai kehidupannya dengan kegiatan yang seolah-olah mustahil dilakukan seorang yang tidak memiliki kesempurna...