Lho… kok ketipu…
Kalau pikiran waras yang digunakan, tak mungkin ucapan spontan yang dijadikan judul tulisan ini dialami seorang pejabat. Bukan hanya pejabat kelurahan atau kecamatan, tapi pimpinannya pimpinan di negara republik, yaitu Presiden. Super Toy memang menjadi pembicaraan hangat di berbagai kalangan. Di banyak komunitas, sebagian besar menjadikan Super Toy sebagai bahan pembicaraan baik secara serius maupun sebagai bahan pergunjingan. Bahkan, seorang teman, termasuk diriku, setiap mendengar kata “Super Toy” pikiran kok ya ke hal-hal yang diinginkan. Terlepas dari kontroversi Super Toy yang memang luar biasa, kejadian semacam ini sebenarnya jamak terjadi di kalangan pejabat tinggi. Salah satu penyebab terjadinya peristiwa itu adalah sistem birokrasi yang dibuat acak adul sejak zaman Orde Baru. Miftah Toha dalam buku Birokrasi dan Politik Indonesia menyebut hadirnya partai politik dalam suatu sistem pemerintahan akan berpengaruh terhadap tatanan birokrasi pemerintahan. Tatanan birokrasi pemerin...