Arti Sebuah Kepakan Sayap
Aku dan keponakanku, Ola, keheranan melihat jumlah nasi yang berlebih di meja makan. Sebulan terakhir ini aku memang mendorongnya mengembangkan keahliannya memasak untuk memperoleh penghasilan tambahan. Sudah dua minggu terakhir ia mampu mengukur berapa banyak beras yang harus dimasak untuk sejumlah pesanan tanpa menyisakan nasi dalam jumlah berlebih. “Kok bisa sih...” Aku bertanya tanpa perlu ada yang menjawab. “Tak apa lah, kalau hari ini kita enggak cape, kita bawa aja nasi kuning ke rumah Oma,” kataku mencari penyelesaian atas nasi yang berlimpah ruah. Aku dan Ola memang sudah berencana menjenguk kakak mertuaku, yang dipanggil Oma oleh Ola. Sudah delapan tahun beliau menderita stroke dan beberapa hari terakhir sudah tak mau makan. Aku meyakini bahwa nasi yang berlebih dibanding biasanya itu memiliki hubungan dengan kabar per telepon yang menginformasikan “berpulangnya” Oma. Ini nasi, kemungkinan Oma yang memintanya, buat sanak saudara yang akan berdatangan, ujarku kepada Ola setela...